Suasana berbeda tampak di Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya, pada Jumat (12/9/2025). Rombongan mahasiswa asal Belanda yang mengikuti program pertukaran di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berkunjung untuk belajar dan mengenal lebih dekat budaya Indonesia.

Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada mahasiswa asing. Sebanyak tujuh mahasiswa asal Belanda disambut hangat oleh guru dan siswa dengan penyematan pin Sekolah Mulia secara simbolis, dilanjutkan dengan penampilan tari remo.

Setibanya di aula, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti menyampaikan sambutan hangat dengan mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa. “Ladies and gentlemen, welcome to our school, MI Muhammadiyah 5 Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Desy selaku koordinator mahasiswa internasional ITS menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan pihak sekolah. “Terima kasih telah menyambut kami dengan baik. Semua berjalan lancar, kami bersenang-senang bersama para guru dan siswa,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas interaktif, seperti menari remo, bermain dakon, memainkan alat musik patrol, mencicipi makanan khas daerah, serta berdialog langsung dengan siswa.

Meski sempat kesulitan saat menjajal tarian maupun alat musik tradisional, mereka merasa sangat senang. Charlize, salah satu mahasiswa, mengaku kerepotan saat memainkan alat musik gambang. “Rasanya sulit sekali, karena harus mengikuti tangga nada sementara saya belum hafal letaknya. Sulit di awal, tapi menyenangkan,” ujarnya.

Selain meninggalkan kesan mendalam, kegiatan ini juga membuat siswa Sekolah Mulia lebih percaya diri dalam melatih kemampuan berbahasa Inggris melalui interaksi langsung bersama mahasiswa asal Belanda.

(Ana Rose)

Leave a Comment